Pria Sholat di Atas Taksi di New York Jadi Tontonan Warga

Pria salat di atas taksi di New York

Salat adalah kewajiban seorang yang mengaku muslim dan tiang agama. Kaum muslim harus menunaikan salat wajib lima waktu dalam satu hari. Buat Anda tinggal di negara mayoritas Islam mungkin tidak bakal menemukan masalah. Anda bisa singgah di masjid manapun. Tetapi bagaimana jika tinggal di wilayah mayoritas bukan Islam ?

Dalam sebuah video diunggah di situs Youtube memperlihatkan keteguhan seorang muslim menjalankan salat wajib. Tidak tanggung-tanggung dia menunaikan ibadah wajib itu di atas bagasi sebuah taksi dengan menggelar sajadah. Menurut pengunggahnya, linimasa akun somalifox, peristiwa itu terjadi di salah satu sudut Kota New York, Amerika Serikat.

Durasi tayangan itu cukup singkat, yakni hanya 34 detik. Kualitas gambarnya pun sangat baik. Mungkin diambil dengan kamera definisi tinggi. Video itu diunggah Januari tahun lalu.

Dalam video itu terlihat meski sang pria salat di atas taksi berada di pinggir jalan, dia tetap khusyuk menunaikan ibadah wajib umat muslim itu. Orang-orang di sekitarnya lalu-lalang sambil sesekali melirik aksi lelaki itu. Mungkin bagi mereka terasa aneh. Maklum saja, sejak peristiwa serangan ke Menara Kembar Pusat Perdagangan Dunia (WTC) sebelas tahun silam, sentimen anti-Islam meningkat di Negeri Paman Sam itu.

Senin lalu, publik muslim Amerika bahkan dikejutkan dengan peristiwa pembakaran sebuah masjid di Kota Joplin, Negara Bagian Missouri. Semua rata dengan tanah habis dilalap si jago merah. Biro Penyelidik Federal bahkan menawarkan hadiah USD 15 ribu atau setara Rp 141 juta bagi siapa saja memberikan informasi soal pelaku pembakaran.

Kasihan,Nenek Ini Sholat Di Trotoar Selama 30 Tahun


Mengakrabi jalanan telah dilakoni Rosmiza (57) selama 30 tahun. Selama itu pula, pinggiran Jalan Gatot Subroto, Medan, yang sumpek dan ramai oleh lalu lalang kendaraan menjadi tempatnya beribadah. Ya, selama itu pula Rosmiza tak pernah meninggalkan sholat, kendati harus melakukannya di atas trotoar di pinggir jalan raya.
Terik mentari dan guyuran hujan bukanlah alasan baginya untuk tidak menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah. Suara knalpot sepeda motor dan bunyi riuh klakson kendaraan tak sedikit pun mengurangi kekhusukannya. Jiwanya tetap tenang mengucap seribu doa dan syukur kepada Ilahi.

"Sholat dimana pun akan sama saja, karena bukan suasana yang pengaruhi doa saya," ucapnya sembari tersenyum simpul. Air wudhu didapatnya dari toko kue atau dealer mobil yang tak jauh dari tempatnya berdagang. Jika hujan, dia solat di teras ruko yang terhindar dari hujan. "Tak ada alasan untuk tidak sholat," tegasnya.

Nenek empat cucu ini sempat meneteskan air mata ketika menceritakan kisah hidup yang belum bisa dikatakan sejahtera. Dia berusaha sambil berdoa, itu yang menurutnya sangat penting. Hingga dia tak pernah merasa pernah terhimpit masalah berat. Dia hadapi semua dengan senyum dan syukur. Rosmiza sehari-hari berdagang lemang, kue timpan dan nagasari bersama suaminya.

Lemang bukanlah buatannya, melainkan dia membelinya dari orang lain. Dia hanya membuat kue tambahan untuk memperbanyak dagangan. Ketika pagi menjemput, dia berdagang di Pasar Kampung Lalang, tetapi sehabis solat Dzuhur dia berdagang di Jalan Gatot Subroto, tepat di seberang Hotel Alpha Inn, Medan.

Setiap harinya, dia menyelesaikan solat dua waktu (Ashar dan Maghrib) di pinggir Jalan Gatot Subroto, tepat di sebelah sepeda dagangannya. Tak banyak yang dia dapat per hari, tetapi cukup memenuhi kebutuhan hidup hariannya. Bahkan, dia sudah menyekolahkan anaknya hingga sederajat sekolah menengah atas (SMA) dari hasil berdagang lemang.

Dia sebenarnya mau menguliahkan anak-anaknya, tetapi sayangnya tak satu pun anaknya yang berniat mengecap bangku kuliah. Wajah seorang perempuan yang masih berseri ini percaya kalau hidupnya akan berarti jika terus taat kepada Allah SWT.

"Dunia ini berapalah lamanya, dan saya tidak akan dapat apa- apa dari sini. Kalau mati, akan sirna semua," ujarnya sembari menatap nanar ke arah lalu lalang kendaraan.

Semoga cerita diatas dapat memotifasi kita untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Alloh SWT

Renungan: Mengapa Tuhan Memberi Kita Masalah?

http://unik-aneh.com
 
Dalam Kehidupan Pasti kita sering mendapatkan permasalahan, dan jujur terkadang saya pribadi sering pula mendapat permasalahan yang datang silih berganti. Permasalahan yang timbul bisa permasalahan yang berat atau permasalahan yang ringan. entah dalam permasalahan pekerjaan, bisnis, percintaan, keluarga,agama, masalah individu atau masalah lainya. Pernah suatu waktu bertanya dalam hati "katanya tuhan sayang sama saya, lalu kenapa selalu saja hidup ini berlangsung dari permasalahan satu ke permasalahan lainnya" dan saya berkesimpulan sebagai berikut

Permasalaan yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.

Dari beberapa perenungan saya Ada lima alasan yang menurut saya mengapa Tuhan dalam memberikan masalah dalam kehidupan kita :

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi.

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, teman, hubungan..., saat kita sudah kehilangan.

4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang sahabat yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi bossnya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar.

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. " ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.

Apa yang ada di tangan kita ? Dalam beberapa hal, hidup kita berada di tangan kita. Kita dapat memilih untuk menghamburkan setiap jam, hari, minggu, bulan, dan tahun demi kepentingan kita sendiri Kita akan heran saat menyaksikan betapa banyaknya hal yang Tuhan sempurnakan dalam diri kita dan melalui kita. Jadi sabar dan jalanilah setiap permasalahan yang kita hadapi. dan permasalahan yang timbul adalah suatu rahmat untuk kita. dan menjadi sebuah tantangan kita untuk hidup yang lebih baik


(sumber)

Kisah Inspiratif Pemulung Tua Pemungut Bayi-bayi di Jalanan


Kisah pasangan pemulung lanjut usia asal China ini patut dijadikan inspirasi bagi kita. Lou Xiaoying, 88, dan mendiang suaminya, Li Zin–meninggal 17 tahun yang lalu–,telah memungut lebih dari 30 bayi yang mereka temukan sewaktu memulung di jalanan Jinhua, bagian timur provinsi Zheijang, tempat mereka mengais sampah untuk melanjutkan hidup.

Anak adopsi paling muda yang ditemukan oleh Lou adalah Zhang Qilin. Ia ditemukan terlantar di tempat sampah 6 tahun yang lalu. Lou mengatakan bahwa meskipun ia sudah beranjak tua, ia tak bisa begitu saja membiarkan bayi tersebut meninggal di tempat sampah.

“Ia terlihat sangat manis dan lemah. Aku harus membawanya pulang ke rumah bersamaku,” ungkapnya. Ia lalu membawa Zhang pulang ke rumahnya yang amat kecil dan sederhana di desa untuk dirawat kesehatannya. Anak-anak yang terlebih dahulu diadopsi oleh Lou turut membantunya merawat Zhang.

 “Kini ia menjadi anak yang tumbuh dengan sehat dan bahagia,” ujarnya senang. Anak pertama yang ia temukan di jalan adalah seorang bayi perempuan. Lou menemukannya ketika tengah memungut sampah pada 1972. “Ia terbaring di antara sampah di jalan, terlantar.

Ia bisa saja meninggal jika kami tidak menyelamatkan dan membawanya pulang,” kata Lou. Lou berujar bahwa anak-anak adopsi tersebut butuh kasih sayang dan cinta. Mereka adalah makhluk hidup yang berharga. “Aku tak mengerti kenapa orang-orang bisa meninggalkan bayi selemah itu di jalan,” ungkapnya sedih. Putri biologis Lou yang kini berusia 49 tahun, Zhang Caiying, kini meneruskan kerja kerasnya orangtuanya untuk merawat bayi-bayi yang terlantar.

Kisah inspiratif keluarga Lou menyebar di Negeri Tirai Bambu dalam beberapa hari terakhir ini. Banyak orang yang tergerak oleh cerita pengabdian Lou. Seseorang yang simpatik terhadap Lou mengatakan bahwa pemerintah, sekolah, dan masyarakat China yang tak berbuat apa-apa seharusnya malu pada Lou.

“Ia tak punya uang atau kuasa tapi ia menyelamatkan anak-anak dari kematian dan kondisi yang lebih parah,” ungkapnya. Lou kini tergolek lemah di rumahnya karena penyakit gagal ginjal. Tidak semua anak yang ia pungut di jalanan kini tinggal serumah dengannya. Beberapa diadopsi oleh anggota keluarganya yang lain serta teman-temannya.

Kisah Bung Karno, Lebih Pilih Tempe dan Tahu Daripada Keju


Mendengar Indonesia krisis tempe dan tahu, barangkali bapak bangsa Bung Karno akan menangis. Maklum, tempe dan tahu adalah makanan kegemaran proklamator kemerdekaan bangsa itu.

Sebagai manusia yang besar dalam berbagai derita, Bung Karno sangat suka makanan rakyat. Keluar masuk penjara dan pembuangan selama 13 tahun, Bung Karno lebih sering makan seadanya daripada makanan serba mewah dan lezat. Bung Karno konon sangat suka pisang rebus. Sementara menurut istrinya Fatmawati, Bung Karno senang sekali tahu dan tempe. Selain itu, dia juga suka sayur asem, ikan asin, gado-gado, sayur rawon, sayur bobor, sayur loncom, dan berbagai makanan rakyat biasa. Sedangkan kue-kue yang digemari adalah serabi dan gethuk.

Pada masa kecilnya, hampir setiap hari Bung Karno makan lalap daun singkong dan daun pepaya. "Barangkali itulah sebabnya sampai sepanjang hidupnya Karno menyukai daun pepaya dan daun singkong. Setelah dia bertahun-tahun jadi presiden, bila pulang ke Blitar, selalu minta disuguhi lalap daun pepaya dan daun singkong yang dipetik di kebun," kata Wardoyo, kakak kandung Bung Karno dikutip buku Bung Karno masa muda terbitan Pustaka Yayasan Antar Kota terbitan 1978. 

Makanan resep barat kurang disukai Bung Karno. Mentega yang dibikin dari susupun tidak disukai. Kalau margarine, Bung Karno mau tetapi kalau keju, dia sama sekali tidak suka. 

Mengenai masak-memasak, Bung Karno tidak pernah turut campur. Seluruhnya dia serahkan kepada Ibu Fatmawati. 

Di istana, Bung Karno pernah marah-marah karena orang menghidangkan masakan barat untuk suatu jamuan. Melihat semua itu, Bung Karno menyuruh mengangkat makanan-makanan Barat dan menggantikannya dengan masakan khas Indonesia. Barangkali, kalau tidak ada tahu dan tempe di meja makan, Bung Karno bisa sedih sekaligus marah.

Kisah Nyata Air Susu Dibalas Air Tuba

3 Juli 2012, Loudi, Cina... Seorang pemuda, Deng Jinjie (27) sedang asik bermain di taman dengan dua ekor anjingnya. Tiba-tiba ia mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai di dekat taman. Ia pun segera berlari menuju sungai. Tampak suami-istri sedang berenang di sungai dan terus berteriak minta pertolongan.


Ternyata, mereka panik melihat anak mereka yang sedang berenang memakai ban pelampung terlihat semakin jauh terbawa arus sungai. Anak berusia 5 tahun tersebut sudah terpisah hingga jarak belasan meter dari orang tuanya.

Tanpa pikir panjang, Jinjie langsung melompat ke sungai untuk memberi pertolongan. Dua orang warga lainnya juga ikut menyebur ke sungai membantu usaha penyelamatan Jinjie. Berkat pertolongan mereka, ketiga anggota keluarga tersebut berhasil sampai ke tepian sungai dengan selamat.

Namun, ketika semua terlihat sudah berakhir, orang-orang baru menyadari ada satu hal yang tak beres. Jinjie, sang pemimpin usaha penyelamatan tidak terlihat di mana-mana. Mereka akhirnya menyadari bahwa Jinjie kehabisan tenaga saat berenang dan terbawa arus sungai. Warga lalu menghubungi polisi dan petugas pemadam kebakaran, yang pada akhirnya berhasil menemukan Jinjie yang sudah tewas karena terlalu lama berada di dalam air.


Yang membuat semua orang terkejut, saat semua orang sibuk berusaha mencari Jinjie, keluarga yang baru saja diselamatkan oleh pahlawan mereka dengan taruhan nyawa itu malah melangkah pergi begitu saja dari lokasi. Tak sedikitpun ucapan terima kasih terdengar dari mulut mereka. Dan pada saat seseorang dari keramaian bertanya, "orang yang menyelamatkan kalian masih berada di dalam air, mengapa kalian pergi?" Sang ibu dari keluarga tersebut malah menjawab "Itu bukan urusan saya".

Betapa mengenaskan nasib Jinjie. Perbuatan baiknya menolong orang malah dibalas dengan air tuba.

Berita ini sedang ramai di kalangan netters Cina. Keluarga yang belum diketahui identitasnya ini menerima hujan hujatan. Di mana pun berita ini muncul, kolom komentar akan dipenuhi dengan berbagai hujatan dan permohonan agar identitas keluarga tersebut dicari hingga jelas dan diperlihatkan ke publik.

Sebuah pelajaran bagi kita, jangan sampai lupa mengucapkan "terima kasih" atas hal baik yang orang lakukan, serta berupayalah selalu untuk membalas segala kebaikan. Jangan sampai deh, menjadi seperti kata pepatah, "Kacang lupa kulitnya." Astaghfirullah..



sumber

Terharu, Lumba-lumba Bawa Jasad Anaknya

Benar-benar mengharukan, seekor induk lumba-lumba tak mampu menyembunyikan kesedihannya ditinggal pergi anaknya yang mati. Hampir selama tiga hari, lumba-lumba itu 'menggendong' jasad sang anak agar tak tenggelam ke dasar laut.

 thesun.co.uk


Induk lumba-lumba itu terlihat membawa bayinya sepanjang 1,5 meter. Dengan menggunakan siripnya, si lumba-lumba membawa jasad anaknya di perairan Teluk Sanniang di selatan Cina.

Ketika mendekati lumba-lumba tersebut, nelayan setempat menyadari bahwa sang bayi lumba-lumba ternyata sudah mati. Ada luka goresan sepanjang 30 cm pada perutnya.

Dari kulitnya yang terlihat masih merah muda, anak lumba-lumba itu diperkirakan baru lahir. Bayi lumba-lumba diyakini sudah mati tiga hari lalu.

Sang induk berusaha mempertahankan jasad anaknya tetap berada di permukaan laut.

''Jasad bayi lumba-lumba itu tenggelam tujuh sampai delapan kali akibat terkena terpaan gelombang,'' kata Luo Lieqiangre, nelayan setempat, seperti dikutip The Sun. ''Tapi, sang induk berhasil membawanya kembali ke permukaan laut dengan menggunakan siripnya. Sang induk siang malam menggedong jasad bayinya.''

Segelas Susu Menyelamatkan 2 Nyawa Manusia

Pernah dengar nama Howard Kelly? Ia adalah ginekolog terkemuka di dunia (1858 - 1943). Sepanjang karirnya, ia menjadi pelopor metoda operasi dan penemu cystoscope - alat endoskopi yang digunakan pada pasien. Singkatnya, Howard Kelly adalah dokter yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran.

Dibalik segala keberhasilannya, ada sebuah kisah masa kecil sang dokter yang sangat menggugah hati. 
 123rf.com


Suatu hari di akhir abad 19, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya merasa sangat lapar. Ia ingin makan, tapi uangnya hanya 1 sen.

Akhirnya ia memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya. Ketika sampai di sebuah rumah, seorang gadis membuka pintu dan menyambut kedatangannya. Ia menjadi gugup karena kebaikan dan kecantikannya. Niat meminta makan diurungkan, akhirnya bocah miskin ini hanya meminta segelas air.

Sang gadis memperhatikan wajah sang bocah yang lemah sebagai tanda sangat kelaparan. Ia pun lalu masuk ke dalam rumah dan kembali membawakan segelas susu besar. Bocah miskin kelaparan itu pun meminumnya perlahan-lahan hingga ia menjadi kenyang dan kuat lagi.

“Berapa harus kubayar segelas susu ini?” kata anak itu.

“Kau tidak harus membayar apa-apa,” jawab si gadis. “Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang kulakukan.”

“Bila demikian, ku ucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku.”

Bocah miskin itu pun pergi. Dalam hatinya sungguh berterima kasih atas kemurahan Tuhan lewat sang gadis, sehingga kepercayaannya kepada Tuhan dan sesama manusia bertumbuh semakin kuat. Ternyata masih ada orang-orang baik dan tulus...

Bertahun-tahun berlalu.
Seorang dokter muda mendapat undangan dari sesama rekan terkait penyakit langka seorang pasien. Ia terpilih dalam tim dokter ahli yang menangani masalah ini.

Ketika mendengar nama dan kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh di mata sang dokter.

Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien.

Benar dugaannya. Dokter muda ini segera mengenali wanita yang sedang sakit itu. Ia lalu kembali ke ruang konsultasi dengan tekad untuk menyelamatkan nyawanya.
 hopkinsmedicine.org


Sejak hari itu sang dokter memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien. Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa disembuhkan.

Merasa pasiennya sudah sembuh total, sang dokter meminta kepada bagian keuangan agar tagihan rumah sakit diajukan kepadanya dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada si pasien.

Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke kantor sang dokter. Ia mengamati sejenak lalu menuliskan sesuatu di pinggirnya. Tagihan itu kemudian dikirimkan ke kamar pasien.

Si pasien takut membuka amplop nota tagihan karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia harus menghabiskan sisa umurnya.

Akhirnya, tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di pinggir tagihan itu :

Telah dibayar lunas dengan segelas susu
Tertanda
Dr. Howard Kelly

Berkat segelas susu, dua nyawa manusia telah diselamatkan, yakni bocah miskin yang menjelma menjadi dokter hebat, dan gadis kecil yang menjadi pasiennya. Demikianlah, kebaikan sekecil apa pun tetap berguna, karena setiap kita menabur kebaikan maka akan menuai kebaikan pula.

Latest News

>> <<

Page

    Photos on Flickr

    You are here : Home »