Hutan Lindung Sesaot

Hutan Lindung Sesaot adalah Kawasan wisata Hutan Lindung yang ada di Pulau Lombok tepatnya di wilayah Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok barat.
Hutan Lindung Sesaot ini Merupakan Hutan lindung yang masih alami.
Disana terdapat sungai yang airnya sangat jernih sekali,konon katanya air itu bisa bisa mengobati penyakit kulit.


Didalam hutan tersebut banyak sekali tenda-tenda lesehan yang menjual makanan khas lombok,diantaranya pelecing kangkung,ayam taliwang,sate bulayak,dan masih banyak lagi.


Nah bagi sahabat-sahabat yang kebetulan mau berkunjung ke pulau lombok,jangan lupa ya mampir di sini..ntar aku traktir,,hehe

GILI TRAWANGAN LOMBOK



Gili Trawangan, the most popular among the three Gili’s. Just kick back and enjoy the sun, nightly beach parties and sea. The main stripe is full of accommodations, restaurants, and dive shops. If you are seeking a quieter place to stay there are bungalows in the north. This Island is also known as "Party Island", where mostly young European find themselves "Lost In Paradise".
If you come during the Peak Season (July-August, December-January), most places are full and prices are doubled. An advanced reservation is a must.


TURTLE HATCHERY
A local initiative was set up to help the turtle population around Gili Trawangan. The poachers are paid for their find and the turtles are re-buried and kept under surveillance. Once they hatch, the baby green and hawksbill turtles are placed in a tank and left to grow until they are approx. 6 months old when they are big enough to fend for themselves, and are released into the sea.

The project still relies purely on donations by locals and tourists and has grown bigger and bigger over the years.


BIO-ROCK PROJECT
In 2004, Vila Ombak Diving Academy began a project to encourage the re-growth of the coral using a method called Bio-rock. The process involves using a safe low-voltage current that is applied though the sea water. The electric current attracts the minerals in the seawater to a steel structure where they grow into limestone very similar to coral reefs.

In 2006, after the success of the original project, all the dive operators on the island came together to construct more Biorock structures. The 14 structures can be found in the shallower waters (5-8m) at different points just in front of each dive shop.

GILI ECO TRUST
Gili Eco Trust was set up to protect the coral reefs around the island against destructive fishing practices.

A one-time donation of Rp 40,000 charged to the guest by dive centres on Gili Trawangan to pay fisherman to stop using fishing methods that are damaging to the reefs. Funds are also used for beach cleaning, rubbish management and monitoring.

Line fishing, spear fishing and surface nets are permitted as these methods are not harmful to the reefs and the eco-system.

NightlifeAlthough the island once had a reputation among the back-packing community as wicked party destination, many establishments which once laid claim to hosting wild dance parties today trade on their reputations.

By a tradition that continuous today, only one establishment per night can play music and host dance party until 4 am. Of the seven weekly venues hosting parties, the one most anticipated by tourists and locals alike are the funk house and hard music parties with local DJ's in spinning disks.

If wild dance parties are not to your liking, many restaurants and bars, including the Tirnanog - Irish bar, provide a range of more sedate and social gathering point for Al fresco dinning and drinking by the water's edge.

Wisata Alam di Lombok Timur


Obyek wisata air terjun ini berada di Desa Montong Betok Kecamatan Montong Gading. Salah satu yang menjadi daya tarik obyek wisata ini, air terjunnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selain itu pemandangan di sekitar Otak kokoq Joben juga sangat indah yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Disini juga disediakan sejumlah fasilitas seperti tempat peristirahatan dan kolam renang.
Pendakian Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak
Gunung Rinjani adalah salah satu dari Gunung berapi yang masih aktif dengan ketinggian 3726 meter dari permukaan laut. Dari 3 jalur pendakian yang ada, 2 diantaranya yakni pendakian jalur sembalun dan jalur selatan berada di Kabupaten Lombok Timur. Daya tarik Gunung rinjani selain dapat menikmati pemandangan alam yang indah, ada pula danau segara anak dan gunung baru jadi. Bahkan pada bulan Juni tahun 2008 lalu, Gunung Rinjani ditetapkan menjadi salah satu taman bumi dunia (Geo Park) oleh lembaga Badan Gunung Api Dunia, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Air Terjun Mayung Putek
Berbeda dengan air terjun lainnya, Air terjun mayung putek yang berada di SembalunAir Terjun Mayung Putihadalah air terjun yang memiliki kandungan belerang. Karena air terjun yang melewati kokoq putek ini turun langsung dari Gunung Rinjani. Air terjun yang berwana putih karena kandungan belerangnya dapat digunakan untuk menyembuhkan bebagai macam penyakit kulit.
Air Terjun Aik Temer/ Jeruk Manis
Lokasi air terjun ini berada di desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur berdekatan dengan desa Tete Batu. Air terjun ini berada di kaki gunung Rinjani pada ketinggian 600-1000 meter di atas pemukaan laut dengan suhu udara antar 15′-25′ C. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan didukung oleh pemandangan hutan yang indah serta satwa berupa monyet liar. Tempat ini juga memiliki dua buah sungai yang menarik bagi mereka yang suka berpetualang. Menurut cerita turun temurun, air terjun ini dipercaya dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit terutama untuk menyuburkan rambut. Untuk keperluan pengobatan penyakit ini biasanya dilakukan dengan ritual tradisional yang dipimpin oleh seorang Pemangku. Karena berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani, di tempat ini tidak dibangun fasilitas pendukung. Disamping dapat menikmati suasana dan pemandangan hutan yang masih alami, perjalanan dari gerbang sejauh sekitar 1 km juga harus dilalui dengan berjalan kaki. Namun kita dapat berwisata sekaligus belajar karena disetiap pohon yang kita lalui dipasang nama pohon dan tanaman sekaligus nama latinnya.
Tete Batu
Desa wisata Tete Batu terletak pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dengan pemandangan pedesaan yang indah dan udara yang sejuk, bersih dan segar sehingga anda akan merasa rileks dan nyaman, selain itu warga desa ini juga ramah dan bersahabat. Tete batu memiliki akomodasi yang bagus seperti hotel Soedjono dan Green Orry cottage yang dilengkapi dengan restoran. Tinggal di Tete Batu adalah sebuah pilihan yang tepat bila anda masih ingin melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi objek wisata lainnya di kaki Gunung Rinjani karena Tete Batu terletak di tengah jalur menuju beberapa objek wisata seperti air terjun Aiktemer, Otak Kokoq, Desa Pringgasela dan Suradadi. Beberapa tour travel memilih desa ini sebagai salah satu temapt peristirahan bagi tamu-tamu mereka.
Desa Sapit
Desa SapitJika anda pergi ke Sembalun dengan mengambil rute Masbagik-Aikmel-Swela-Pesugulan, anda akan melewati desa ini. Sapit adalah sebuah desa tradisional yang berada di kecamatan Swela (kurang lebih 65 km dari kota Selong) dengan dua daya tarik utama berupa pertanian dan pemandangan pegunungan. Dari desa ini kita juga dapat melihat dengan jelas Samudera Indonesia dan Selat Alas, kita juga dapat melihat puncak gunung Rinjani. Masyarakat desa ini masih bercocok tanam dengan cara tradisional yang dapat memberikan suasana pedesaan yang klasik dan natural, dan sebelum sampai di desa ini anda juga dapat menikmati wisata di kolam mata air Lemor dengan hutan wisata yang indah. Di desa tersedia beberapa penginapan/pondok wisata/homestay.

LOMBOK ISLAND


Island of Lombok, Indonesia
Lombok Island in Indonesia - Though less developed than Bali, in recent years Lombok has given Bali a run for its money in the realm of tourism. Lombok has wonderful beaches, volcano and varied landscape. It is an ideal place for those looking for a private holiday away from the hustle and bustle of a normal tourist spot.


History of Lombok
The earliest recorded society on Lombok was the relatively small kingdom of the Sasak. The Sasak people were agriculturalists and animists who practised ancestor and spirit worship. The original Sasak are believed to have come overland from northwestern India or Myanmar (Burma) in waves of migration that predated most Indonesian ethnic groups. Not much is known about Lombok before the 17th century, at which time it was split into four regions; Pagasangan, Pagutan, Mataram and Cakranegara, each ruled by a Sasak king. This disunity was exploited by the neighboring Balinese. Balinese princes ruled Lombok from the mid-18th century until the 1890s, when the Dutch sided with the Sasaks and defeated the Balinese in bloody battles. Under Dutch rule, the eastern islands of Indonesia were grouped together as the Lesser Sunda Islands, administered from Singaraja, Bali. When Sukarno proclaimed Indonesia's independence on 17 August 1945, the Lesser Sunda Islands were formed into the single province of Nusa Tenggara. In 1958, the province was divided into three separate regions - Bali, West Nusa Tenggara and East Nusa Tenggara. 

Climate of Lombok
Lombok has tropical climate with average temperature ranging between 28°C and 34°C. There are two main seasons: wet (from October to April) and dry (from May to September). Humidity is high throughout the year.

Best Time to Visit Lombok
The best time to visit Lombok is surprisingly during the rainy season (October - April) when humidity decreases and the landscape is lush and green. The dry season (May-September) can be particularly hot and dusty.

Lombok Tourist Attractions 

Gili Islands: These small coral-fringed islands are famous for their white sandy beaches and are an ideal place for those interested in sun and sand. The place also offer wonderful opportunities for snorkeling. The absence of automobiles and hawkers add to the pleasure.

Kuta: Kuta is an upcoming beach resort of Lombok. The place offers quiet and laidback atmosphere to the tourists.

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat: This modern museum has exhibits on the geology, history and culture of Lombok and Sumbawa, and is worth visiting. If you intend to buy any antiques or handicrafts, have a look at the daggers, silver or gold-threaded cloth, basket ware and masks.

Pura Lingsar: Located 6 km east of Mataram-the capital of Lombok-this large temple complex, built in 1714, is the holiest place on Lombok. The temple combines the Balinese Hindu and Wektu Telu religions in one complex. The Hindu temple in the northern section is higher than the Wektu Telu temple in the southern section. It's an especially fascinating place for those interested in Wektu Telu, Lombok's indigenous religion.

Taman Narmada: Laid out as a miniature replica of the summit of Gunung Rinjani and its crater lake, Taman Narmada derives its name from the sacred Indian river, Narmada. Its temple, Pura Kalasa, is still used and the Balinese Pujawali celebration is held here annually.

Rinjani: Rinjani, the highest mountain in Lombok at 3,726m, is an active volcano. The volcano is a popular destination for hikers and treks to the caldera are common. The hot springs located on the northeastern side of the caldera are thought to have amazing healing powers.

Senggigi: Senggigi is the most developed tourist spot on Lombok. It has beautiful beaches and good snorkeling facilities.
Gili Islands in Lombok, Indonesia
Shopping in Lombok
Intricate palm-leaf wedding trunks and armoires with mother-of-pearl inlays is one of the favorite shopping items in Lombok. Bone, wood, and bamboo are good buys, along with ikat and songket, a fabric with silver and gold thread running through it that was traditionally used for sarongs worn by royalty.

How to Reach Lombok
Mataram is the capital city of Lombok, and is served by an International airport. It is also possible to reach Lombok by ferry from neighbouring Bali.

TAMAN SURANADI LOMBOK


Taman Suranadi  merupakan salah satu andalan wisata di Pulau Lombok. Karena itu, tidak mengherankan jika obyek wisata itu sepertinya  tak pernah sepi pengunjung, terutama pada hari libur. 

Untuk menuju obyek wisata itu, hanya ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Selaparang, Mataram. Jarak antar keduanya tidak terhitung jauh, hanya sekitar 15 kilometer. 

Taman Suranadi terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Taman dengan luas sekitar 52 hektar ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan SK Menteri Pertanian tanggal 15 Oktober 1976 No. 646/Kpts/Um/10/76 Jo tanggal 30 Mei 1977 No. 274/Kpts/Um/5/77.

Tujuan penetapan itu guna meningkatkan fungsi konservasi baik flora/fauna maupun ekosistemnya, agar tercapai keserasian lingkungan dan yang dimanfaatkan sebagai obyek rekreasi, pendidikan, kebudayaan, penelitian dan kepariwisataan.

Jadi, bagi para wisatawan, rasa lelah (jetleg) selama penerbangan, rasanya akan terbayar sudah dengan suguhan Taman Suranadi yang indah dan sejuk. Apalagi, di depan Taman Wisata Suranadi juga banyak penjual aneka makanan khas daerah setempat, diantaranya sate bulayak, sate dengan lontong yang dibungkus daun aren (bulayak).    


Pura di Suranadi

Selain itu, di lokasi Taman Suranadi sendiri juga menyuguhkan mata air yang jernih dan sejuk. Lima mata air ini terdapat di tiga pura, yakni Pura Ulon yang terletak di ujung timur laut, Pura Pengentas dan Pura Pembersih yang berada di arah barat daya. Air yang berada di mata air tersebut dianggap sakral dan acap digunakan sebagai syarat dalam menjalankan upacara keagamaan. 

Di Pura Pembersihan, pelaku upacara biasa membersihkan diri dengan cara mandi dari sumber mata air pembersihan, dan dilanjutkan dengan persembahyangan di dekat sumber air itu sebelum melanjutkan ke Pura Ulon. Sementara di pintu gerbang Pura Ulon tersedia air pelukatan yang digunakan malukat kepada orang yang masuk ke pura. 
Oleh karena dianggap suci, tidak seorang pun yang diperbolehkan mandi di mata air ini.Pengunjung hanya diperkenankan mandi di air yang telah tersalurkan keluar. 

Konon, air dari mata air tersebut, khususnya pertemuan air dari dua sumber mata air, yakni sumber air pelukatan dan tirta yang dikenal dengan sebutan pecampuhan, memiliki khasiat, utamanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

Kolam Pemandian yang masih alami di Suranadi


Sejarah:

 Menurut data Balai Konservasi Sumberdaya Alama (BKSDA) Nusa Tenggara Barat, pada abad ke 13/14 datang seorang bangsa India penyebar agama Hindu yang sakti bernama Dang Hyang Nilarta untuk mengunjungi Pulau JawaBali dan Lombok dengan berjalan kaki sambil membawa tongkat sakti.
Sesampainya perjalanan di Lombok langsung diiringi oleh rombongan yang setia kepadanya, sampai di Lingsar Dang bersama rombongan istirahat. Setelah merasa segar perjalanan diteruskan masuk hutan Suranadi. 

Di hutan Suranadi rombongan istirahat selama empat kali dan selama istirahat Dang  menancapkan tongkatnya ke dalam tanah sebanyak empat kali yang belainan tempatnya, seketika itu air bersih menyembur keluar dan air pertama disebut air suci pembersih, air kedua disebut air suci pengentas, air ketiga disebut air suci pelukatan dan air keempat disebut air suci petirta. 
Untuk menghormati/mengenang jasa-jasa Dang Hyang Nilarta, di Lombok, khususnya di Lombok Barat, setiap tahun diadakan upacara agama Hindu Dharma pada waktu bulan purnama sasih kapat (Oktober/Nopember).

Demikian pula dalam upacara penguburan mayat bagi penganut agama Hindu Dharma di Lombok Barat, bila seseorang telah meninggal jenazahnya cukup dibersihkan dengan memakai air suci pembersih/pengentas sebelum dikuburkan.

Di Taman Suranadi pengunjung juga bisa menyaksikan aneka satwa. Di  taman ini hidup beberapa jenis satwa yang jumlahnya cukup banyak, meski jika dibandingkan di Taman Nasional Rinjani populasinya relatif lebih kecil. Satwa-satwa itu diantaranya kera abu-abu (Macaca Fascicularis), kera hitam (Presbytis cristata), musang air (Cyngale benniti) dan jelarang (Ratufa bicolor).
Satwa lainnya seperti burung elang (Falchonidae), burung madu(Nectariniidae), biawak (Varanus Salvator) dan ular (Calobridae).
Sedangkan tanaman atau vegetasi yang menaungi Taman Suranadi merupakan vegetasi campuran yang tersebar merata dan ditandai dengan tumbuhnya pohon-pohon yang tinggi bercampur dengan perdu, semak dan padang rumput, sehingga secara keseluruhan membentuk lapisan tajuk tertutup.
Fasilitas pengunjung di Taman Suranadi seperti jalanshelterpusat informasibumi perkemahanruang pertemuanmushollaMCKplazataman bermainteater terbukapondok jagakolam pancing, pintu masuk dan kandang satwa. Di luar kawasan terdapat restauran, hotel, kolam renang dan warung kelontong.

Nah, sudah terbayang kan keindahan dan kesejukan Taman Suranadi?. Karena itu, tidak salah jika destinasi wisata anda selanjutnya adalah ke Taman Suranadi di Pulau Lombok.

sumber : antara news (kantor berita antara mataram)

WISATA MENDAKI GUNUNG RINJANI



Dengan ketinggian 3.726 m dpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan feri dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Bali. 
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25? LS dan 116º28? 
BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. 

Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. 


Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat danau Segara Anakan seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. 


Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut, dan disebelah timurnya terdapat gunung Baru yang oleh bahasa setempat disebut dengan Gunung Baru Jari. yang memiliki kawah seluas 170 x 200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 m dpl. 


Pada tahun 1994 gunung Baru Jari ini meletus dan memuntahkan isi perutnya di sekitar danau Segara Anakan. Pendakian Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi ..pencinta alam mulai dari Penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.


Selain puncak, tempat yg sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl. 
Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 500 mdpl dan 1.200 mdpl). 


Kebanyakan pendaki menyukai start entry dari arah Sembalun, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas krn melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). Sunblok krem sangat dianjurkan. 


Sedangkan dari arah Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut krn melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 9 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2,700 mdpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun kearah luar sangat bagus. 


Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2,000 mdpl) yg bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. 
Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing. Untuk mencapai puncak (dari arah Danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. 


Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir utk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari utk mencari momen indah – matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; krn meniti di bibir kawah dgn margin safety yang pas-pasan. 


Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dgn susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander – ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yg indah. 


Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan “passion”. 
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau kalau mau lihat dua objek lain: gua Susu dan gunung Baru Jaro (kawah baru ditengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan. tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yg diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yg menjamur di desa Senaru.

Wisata Ke Batu Bolong Lombok


Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki menyusuri pantai Senggigi, kita dapat menjumpai Pura Batu Bolong yang merupakan sebuah pura dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. 

Bagi pemeluk agama Hindu Bali sangat percaya bahwa pura ini merupakan miniatur Pura Tanah Lot di Bali yang juga dibangun atas batukarang. 
Di lokasi pura diatas batu karang yang menjorok ke laut ini jika cuaca cerah bisa melihat gunung Agung di pulau Bali, serta bagus untuk melihat pemandangan saat sunset. 
Deburan ombak dan bunyi percikan air laut yang menerobos melalui sela-sela batu karang yang berlubang melengkapi indahnya pemandangan disekitarnya.
Sunset di Pura Batu Bolong - Lombok
Sunset di Pura Batu Bolong – Lombok | foto: zhaly
Di sudut tikungan jalan menurun menuju kawasan resort Senggigi, di situlah Pura Batu Bolong berada. Sebuah pura yang berdiri di atas batu karang yang bolong (berlubang) serta tetap kokoh, tegar dan agung di bibir pantai Senggigi ini, menyimpan aura religius yang kuat dengan keindahan pantainya. Buih-buih ombak yang ramah seolah senantiasa merankul dengan damai areal pura dan pantainya.
Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat ini juga terlihat Gunung Agung di Pulau Bali

Indahnya pesona pantai Pulau Lombok


 
Pulau Seribu Masjid, demikian julukan Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang penuh dengan keindahan alam lautnya. Pulau Lombok memiliki Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Pemerintah kota Mataram. Wisata alam pantai menjadi magnet terbesarnya.
Soal wisata pantai, keelokan Gili Trawangan tidak terbantahkan. Merupakan pulau kecil dari tiga Gili atau pulau di sebelah barat laut Lombok yakni Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan sendiri.
Gili Trawangan terkenal dengan terumbu karangnya yang indah, pasir putih, dan ombak yang bersahabat bagi pecinta olahraga air seperti surfing, snorkeling dan diving.
Memiliki panjang 3 kilometer dan lebar 2 kilometer, Gili Trawangan didiami sekitar 800 jiwa. Aktivitas di pulau nan elok ini terjadi sepanjang hari. Bahkan, menurut pemandu wisata Maruta Tour, Iskandar, Gili Trawangan dijuluki sebagai pulau tak pernah tidur.
Menjaga kenyamanan dan mendukung pariwisata setempat, pemerintah kota melarang izin angkutan umum. “Tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda dan cidomo,” kata Iskandar pekan lalu saat Harian Jogja berkunjung ke sana. Cidomo merupakan kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok.
Yang kedua adalah Senggigi merupakan kawasan pusat wisata yang terletak di lembah yang menghadap langsung ke laut Senggigi. Pantai yang melengkung ini terkenal dengan pasir putih juga kejernihan air lautnya.
Pantai Senggigi memiliki keindahan sederhana. Berbeda dengan Gili Trawangan yang menjadi lapangan berjemur wisatawan, Pantai Senggigi tetap memiliki pesona diamnya. Wisatawan justru banyak menikmati hiburan malam di kafe-kafe sepanjang Jalan Senggigi dibanding berjemur di Pantai.
Senggigi menawarkan banyak tempat hiburan, sebagian hotel-hotel juga memanjakan tamu mereka dengan sajian musik akustik. Bagi yang gemar karaoke ditawarkan banyak pilihan restauran yang mempunyai fasilitas live music.
Pantai Kuta
Desa Kuta dengan pasir putihnya terletak di pantai selatan Pulau Lombok. Dikelilingi oleh deretan perbukitan, pemandangan Pantai Kuta nampak masih perawan. Saat cuaca cerah, puncak Rinjani yang jauh di utara juga dapat terlihat.
Tidak jauh dari tempat itu terdapat Desa Sukarara, tepatnya sekitar 20 kilometer dari Kota Mataram. Sebagai sentra tenun kain khas Sasak, kegiatan sehari-hari masyarakat desa ini adalah menenun songket dan tenun ikat.
Tak lengkap jika berkunjung ke Lombok tanpa mampir di Taman Narmada, tempat permandian dengan sumber air yang diyakini membuat awet muda. Iskandar menyatakan, konon ada air awet muda yang berasal dari pegunungan. “Di sini juga menjadi tempat permandian raja zaman dahulu,” katanya.
Taman dengan konsep bangunan kuno itu banyak memiliki undakan tangga dengan pemandangan lembah dan danau buatan. Air awet muda bisa diperoleh wisatawan dari bangunan rumah kecil di samping kolam permandian. Didalam rumah kecil itu terdapat juru kunci yang akan melakukan ritual keagaamaan Hindu sebelum memberikan air itu untuk diminum.
Taman Narmada sendiri menurut pemandu wisata setempat, Junadi, merupakan tempat bersejarah yang di bagun oleh Anak Agung Gede Ngurah, salah satu raja Bali yang di bagun pada tahun 1805. Di taman ini wisatawan bisa menyaksikan miniatur gunung Rinjani serta Segara Anak yang berada di puncaknya. “Taman dulunya diyakini menjadi tempat istirahat untuk mempermudah proses ritual yang biasanya dilakukan Raja beserta keluarga di Gunung Rinjani,” kata Junadi.
Di pintu keluar Taman Narmada, wisatawan disuguhi pasar kecil yang menawarkan jajaran perhiasan mutiara, kain-kain tradisional NTB, dan beberapa oleh-oleh lainnya.
Pulau Seribu Masjid
Sepanjang jalan di pulau Lombok serasa tak lepas dari padangan bangunan Masjid. Setiap kampung dan desa di Lombok memiliki Masjid. Bahkan, dalam satu kelurahan terdapat lebih dari tiga Masjid.
Salah satu Masjid tertua, yakni Masjid Al-Ra’isiyah atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Bengak dapat ditemukan di Kota Mataram, tepatnya di Kampung Sekarbela, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Mataram. Masjid itu merupakan peninggalan tokoh Islam ternama yang hidup sekitar abad ke-17 Masehi bernama Gaus Abdul Razak.
Ketika Harian Jogja memperhatikan, kebanyakan bangunannya masjid nampak kokoh dan mewah dengan ukuran yang besar dan megah. Banyak di antaranya tampak masih berupa kerangka bangunan yang belum sempurna sebagai masjid. “Masjid baru jadi rata-rata 8-12 tahun tergantung dana masyarakat yang terkumpul waktu panen atau pulang TKI,” urai Nining, pemandu wisata dari Maruta Tour.
Menurut catatan, sedikitnya ada 5.478 masjid dibangun di pulau berpenduduk 2,6 juta itu. Maklum, meski budaya Bali masih kental, hampir 93% dari jumlah penduduknya, adalah pemeluk agama Islam. Setiap satu hingga dua kilometer, berdiri sebuah masjid yang megah.
Di Pulau Lombok ini, warga seolah berlomba membangun masjid di lingkungannya masing-masing. Anggaran untuk mendirikan masjid, dikumpulkan dari penduduk secara sukarela. Mereka tidak mempermasalahkan jika Masjid yang didirikan berdekatan satu sama lain.

PANTAI SENGGIGI


Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.


Batu Bolong


Pura Batu Bolong, Lombok
Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para wisatawan dapat menjumpai Batu Bolong di pantai ini. Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat ini juga terlihat Gunung  Agung di Pulau Bali.


Batu Layar

Tidak jauh dari Batu Bolong terdapat makam seorang ulama. Ini merupakan tempat suci bagi para penganut Wetu Telu. Batu Layar ramai di kunjungi pada saat " Lebaran topat " yang merupakan lebaran bagi orang yang berpuasa 1 minggu setelah lebaran Idul Fitri.





foto===>>>di depan makam hehe

WISATA AIR TERJUN BENANG STOKEL LOMBOK TENGAH


Benang Stokel adalah sebuah objek wisata air terjun yang terletak hampir 27 kilometer dari kota Mataram ke arah timur. Sejak dibuka, kawasan wisata ini mulai ramai dikunjungi masyarakat dari seantero Lombok, termasuk di antaranya wisatawan asing yang terpesona dengan kemolekan kawasan wisata tersebut. Bagi yang percaya bahwa air terjun tersebut konon memiliki khasiat, maka kesempatan melihat dari dekat tentu saja tidak disia-siakan.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan terhanyut oleh suasana sejuk, teduh dan menenangkan. Suasana yang sanggup menghilangkan penat di kepala akibat belenggu rutinitas harian yang menjemukan dan membuat stres. Suara alam yang berbaur menjadi satu menjanjikan suguhan yang lain dari sekedar wisata.

Pesona air terjun Benang Stokel memang unik dan menarik. Tingkatan air yang dimiliki merupakan perlambang nuansa alami yang mampu mengundang kesakralan bagi para pengunjungnya. Urutan air terjun pertama (paling atas) oleh masyarakat disebut Kelambu. Pada tingkatan kedua terdapat tiga air terjun berderet. Di bawahnya ada air terjun yang mengalir jauh hingga sampai di Kokoq (sungai) Babak, Lombok Barat.

Ada cerita unik di balik kecantikan Benang Stokel. Konon, jalur Benang Stokel - Gunung Rinjani sering digunakan oleh orang-orang sakti untuk mencari berkah ke Gunung Rinjani, yang hingga saat ini, kebiasaan tersebut masih sering dilakukan oleh warga setempat. Jalur penanjakan ke Gunung Rinjani biasanya ditempuh melalui kawasan Sambelia atau Senaru, namun menurut beberapa orang, jalur Benang Stokel dinilai memiliki jarak tempuh yang lebih pendek dibandingkan dengan kedua jalur biasa tersebut.

Selain objek wisata air tejun, Benang Stokel juga memiliki potensi sebagai penghasil buah-buahan. Kawasan di bagian utara ini juga direncanakan menjadi salah satu daerah agrowisata dan ekowisata yang mengedepankan tanaman kopi yang banyak tumbuh dan berkembang di daerah ini. Bahkan kawasan ini diproyeksikan menjadi kebun buah terbesar di indonesia Timur.

Untuk menggali dan menarik minat wisatawan berkunjung ke kawasan Benang Stokel ini, pihak pemkab Lombok Tengah melalui Dinas Pariwisata telah memasarkan objek ini sebagai salah satu paket tujuan wisata yang dikemas sedemikian rupa

Setiap tahun tempat ini dikunjungi oleh ribuan wisatawan baik DOMESTIK maupun MANCANEGARA karena tempatnya yang sangat asri dengan hutan lebat dan dikelilingi oleh kebun coklat dan kopi membuat tempat ini sangat indah untuk dikunjungi.

Latest News

>> <<

Page

    Photos on Flickr

    You are here : Home »