Menu Sehat Sahur Dan Berbuka Puasa

Menu Sehat Sahur Dan Berbuka Puasa | Resep Makanan Sehat Untuk Sahur dan Buka PuasaKebanyakan orang memiliki kecendrungan makan berlebihan di bulan puasa, apalagi hidangan di bulan Ramdhan biasanya dibuat lengkap dan istimewa. Padahal, hidangan yang nikmat saja tanpa memenuhi gaya makan yang sehat dan prinsip gizi seimbang bisa membuat puasa jadi berantakan. 

Selain mudah mengantuk dan badan menjadi lemas, menu berbuka dan sahur yang kurang sehat juga bisa membuat kadar kolesterol melonjak. Untuk menjaga agar tubuh tetap fit dan berstamina selama menjalani puasa, simak tip menu berbuka dan sahur dari dr.Phaidon L.Toruan, sport nutritionist berikut ini:
Menu Sehat Sahur Dan Berbuka Puasa, Menu Sahur, Menu Buka

Saat sahur:
1. Utamakan air, vitamin, dan elektrolit. Artinya, minum air putih dan buah-buahan, atau jus buah tanpa gula. Air kelapa juga boleh. Caranya minum air kelapa dulu, dan karena sifat elektrolit di air kelapa , maka kita akan masih merasa haus baru dilanjutkan dengan minum air putih. Ketika tidur tubuh kita kehilangan berat 1-2 kg, dan itu adalah air. Jadi memulai puasa dengan restorasi cairan adalah langkah yang baik.

2. Pilih menu utama yang terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, spageti, atau bubur kacang hijau dengan gula aren. Jenis karbohidrat ini lebih "tahan lama" dalam membuat gula darah stabil, sehingga mood menjadi relatif lebih baik.

3. Jangan lupakan serat, baik dari sayur atau buah. Selain membersihkan usus, serat adalah "sapu alami" yang membantu membersihkan sisa daging di sela- usus. 

4. Pilih lemak sehat atau minyak yang tidak digoreng, seperti zaitun, minyak kelapa atau flaxseed oil. Misalnya dalam bentuk sambal. Lemak membuat pergerakan makanan di perut menjadi lambat, sehingga lebih tahan lapar. Akan tetapi kalau diasup minyak gorengan, baik dari makanan siap saji yang dibeli semalam sebelumnya, atau menggoreng langsung, maka kita memasukkan radikal bebas ke dalam tubuh kita. Akibatnya manfaat puasa secara fisiologis berkurang.

Saat Berbuka :
 

1. Minum yang manis alami tanpa gula. Air kelapa, jus buah melon atau semangka dan buah lainnya. Hindari gula pasir karena akan menyebabkan efek yoyo pada timbangan nantinya di hari Raya, dan memberi dampak kesehatan yang kurang baik

2. Karbohidrat kompleks akan lebih baik plus makanan yang tidak digoreng. Nasi putih, dan makanan gorengan akan membuat ngantuk saat tarawih. Gorengan mengikat oksigen darah sampai 20%

3. Pasca buka puasa, konsumsi lagi air putih. Usahakan mulai buka puasa sampai tidur minimal masuk air 1 liter.

Contoh menu sahur sehat
 
1. Masi merah dengan soto ayam, sambal minyak zaitun dan buah pisang.
2. Bubur kacang hijau dengan gula aren dan telur setengah matang dengan 3 putih telur dan 1 kuning telur. Buah jeruk. 

3. Bubur oatmeal dengan telur rebus dan irisan tomat buah. 
4. Sandwich, roti gandum dengan butter atau selai kacang. Telur setengah matang 3 putih dan 1 kuning. Buah pepaya.

Contuh menu berbuka puasa
1. Nasi merah dengan sate ayam, buah pisang
2. Nasi merah dengan soto ayam, buah jeruk
3. Spaghetti dengan saus tuna dan salad buah.
sumber: Detik.com

Hindari Mie Dan Sawi Saat Sahur



Makanan asam dan pemicu keluarnya asam lambung tinggi tidak baik dikonsumsi terlalu banyak. Terlebih, jenis makanan dengan kandungan gas tinggi memicu keluarnya asam lambung tinggi dan sulit dicerna.

Bagi penderita gangguan lambung itu, mi dan sawi perlu dihindari untuk konsumsi puasa.
Gastritis atau lebih umum disebut maag merupakan penyakit yang sangat mengganggu aktivitas. Asupan makanan tertentu perlu dikontrol terlebih makanan yang kurang bersahabat.

“Biasanya anak kos pengin praktis sahur makan mi, hati-hati bagi yang punya maag, mie tidak baik untuk lambung,” jelas dokter penyakit dalam, Widiyatmoko di Bantul, Selasa (17/7).
Sebagai langkah pencegahan kambuhnya maag saat puasa, pantangan makanan penderita yang bisa meningkatkan naiknya asam lambung harus dikenali. Konsultan gizi di Jogja, Nurwanti menerangkan, selain mie yang mengandung karbohidrat yang lengket, jenis sayuran sawi juga harus dihindari.

Menurut Nurwanti, kebanyakan penjual mie instan menambahkan sayuran sawi untuk menu mi. Padahal, kedua jenis makanan itu kurang sesuai untuk penderita maag.
“Sawi mengandung zat gas yang memicu munculnya asam lambung lebih tinggi, jadi kombinasi mi dan sawi untuk berbuka atau sahur tidak baik untuk penderita mag,” tegas dia.
Di samping dua jenis makanan ‘anak kos’ itu, beberapa jenis makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat juga perlu dihindari atau paling tidak dikurangi onsumsinya. Beberapa di antaranya yaitu kol, nangka, pisang ambon, kedondong, dan minuman bersoda.

Penderita maag, kata Nurwanti disarankan juga untuk mempertimbangkan makanan yang dapat mengurangi serangan nyeri lambung yang sewaktu-waktu menyerang saat puasa. Untuk mengurangi hal itu, jenis-jenis makanan seperti kentang, brokoli, dan bubur menjadi salah satu pilihan menunya. “Selain menetralisasi asam lambung, makanan tersebut juga dapat memberi rasa kenyang yang lebih lama,” katanya.

Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari:

- Minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung yakni kopi, minuman beralkohol 5- 20%, anggur putih, sari buah sitrus, susu
 
- Makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung. Makanan berlemak antara lain kue tart, coklat dan keju
 
- Makanan yang secara langsung merusak dinding lambung yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica dan bumbu yang merangsang
 
- Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan antara lain alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, gorengan
 
- Kegiatan yang meningkatkan gas didalam lambung juga harus dihindarkan antara lain makan permen khususnya permen karet serta merokok karena memicu keluarnya asam tinggi.

Tips Berpuasa Sehat Untuk Ibu Hamil

Tips Berpuasa Sehat Untuk Ibu Hamil – Puasa Sehat Untuk Ibu Hamil – Tips Puasa Untuk Ibu Hamil – Oke pada kesempatan kali ini, kita akan membahas untuk para Ibu yg sedang mengandung calon sang buah hati. Selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa khususnya selama bulan ramadhan.
Tips Berpuasa Sehat Untuk Ibu Hamil
Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus agar puasa yang sedang dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah nan barokah dan juga tetap menjadikan kandungan yang sedang dijalani senantiasa sehat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama berpuasa:
• Saat Sahur
- Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
- Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.
- Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.
- Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.
• Saat Berpuasa
- Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.
- Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.
- Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan

buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.

- Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:

1. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.

2. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit
3. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil
4. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
5. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.
• Saat Berbuka
- Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
- Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.
- Setelah shalat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.
- Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.
Oke demikianlah sedikit inpormasi Tips Berpuasa Sehat Untuk Ibu Hamil dari saya, semoga bisa membantu dan mudah-mudahan puasa kita 1 bulan full tanpa ada halangan apapun. Aamiin

Kumpulan Resep Makanan Untuk Menu Sahur Puasa Ramadhan

Tumis Bakso Ayam

resep Tumis Bakso Ayam
Bahan-bahan:
Daging ayam segar yang putih (potong kecil-kecil lalu kukus hingga masak)
Bola-bola bakso sapi (potong tipis-tipis)
Aneka sayuran: wortel, brokoli, sawi (dipotong sesuai selera)
Cabe merah segar (dirajang panjang-panjang)
Mentega
Tepung maizena
Bumbu:
Bawang putih, kemiri, jahe, bawang merah, garam (digiling halus).
Cara Membuat:
  1. Tumiskan bumbu dengan mentega hingga tercium bau harum, tambahkan daging ayam yang sudah dikukus dan potongan bakso.
  2. Aduk bumbu hingga rata, lalu tambahkan sayur mayur yang telah dipotong, aduk hingga rata.
  3. Usahakan sayuran tidak terlalu matang, lalu tambahkan cabe merah segar dan tepung maizena agar kental.
  4. Aduk hingga rata lalu angkat.
  5. Bagi Anda yang terbiasa memakai penyedap rasa, bisa menambahkannya untuk menguatkan rasa.

Tumis Cumi Sawi Hijau

resep Tumis Cumi Sawi Hijau
Bahan:
200 gram sawi hijau, cuci dan potong sesuai selera
100 gram cumi-cumi segar, buang tinta, cuci bersih dan potong sesuai selera
1 ruas jahe, memarkan
2 siung bawang putih, haluskan
50 gram bawang bombay, cincang kasar
1 sdm saus tiram
1 sdt minyak wijen
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Merica bubuk secukupnya
Cara Membuat:
  1. Tumis bawang putih, bawang bombaiy dan jahe hingga harum.
  2. Masukkan cumi-cumi, aduk-aduk hingga matang.
  3. Tuang sawi hijau, dan bahan-bahan lainnya, aduk hingga sawi setengah layu atau mencapai kematangan yang sesuai dengan selera Anda.
  4. Sajikan selagi hangat.

Sop Iga Sapi

resep Sop Iga Sapi
Bahan:
750 gram iga sapi
2 buah wortel potong tebal
4 buah kentang ukuran kecil, potong dadu
3 batang daun bawang, cincang
Bumbu I:
3 cm jahe, dikeprek
3 cm kayu manis
2 buah pekak
4 butir kapulaga
2 butir kaldu blok
1/4 buah pala, dikeprek
garam secukupnya
Bumbu II:
8 buah bawang putih
5 buah bawang merah
Cara Membuat:
  1. Rebus tulang iga dengan api sedang selama kurang lebih 2 jam agar empuk
  2. Masukkan bumbu I ke dalam rebusan iga, dan rebus kembali selama 60 – 90 menit hingga daging empuk
  3. Haluskan bumbu II, kemudian tumis hingga harum. Masukkan wortel dan kentang ke dalam tumisan hingga layu.
  4. Masukkan wortel dan kentang ke dalam rebusan iga, dan masak kembali setidaknya 10 – 15 menit.
Semoga Kumpulan Resep Makanan Untuk Menu Sahur Ramadhan dapat bermanfaat.

Kesiapan Mental Menjelang Bulan Puasa

psikologi, ramadhan, kesiapan, mental
Unik-aneh.com - Setiap tahun, akan selalu hadir saat ketika para umat muslim menjalani satu bulan penuh dengan berpuasa. Bulan Ramadhan yang pada tahun 2012 ini hadir pada pertengahan bulan Juli tidak akan jauh berbeda dengan bulan ramadhan yang telah berlangsung sebelumnya.
Puasa pada hakikatnya sebuah perilaku dari para manusia untuk kembali mendekatkan dirinya kepada Tuhan dalam segala pikiran dan wujud yang lebih religius. Sebenarnya puasa dengan metode menahan lapar, haus, dan nafsu, diajarkan pada setiap agama untuk lebih menghargai hidup dan manusia lainnya.
Banyak yang beranggapan bahwa puasa memang banyak memberi manfaat bagi psikologi manusia, karena konsep ‘menahan’ ini membuat setiap orang mampu menyeimbangkan ego yang ada dalam dirinya untuk tidak mudah terkendali oleh kepuasan dan kenikmatan duniawi. Konstelasi kejiwaan seperti ini niscaya mampu membuat kehidupan psikis manusia lebih baik secara keseluruhan.
Proses ‘menahan’ tersebut tentunya bisa memberi dampak yang baik pada kejiwaan seseorang untuk lebih mampu mengontrol amarah, perasaan riang, sedih, dan lain sebagainya. Namun, bukan berarti itu hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja, seharusnya sikap mampu mengendalikan kondisi jiwa dan ego mampu diteruskan sehingga membuat seseorang menjadi pribadi yang dewasa.
Jika melihat teorinya, puasa tampak berat untuk dijalani. Karena Anda harus menahan lapar, haus, dan nafsu dari mulai adzan subuh berkumandang hingga maghrib. Sekitar lebih dari 12 jam tubuh tidak menerima asupan seperti yang dilakukan pada hari yang biasanya. Tubuh dan pikiran pun harus tetap bisa beraktivitas dengan baik pula dalam kondisi tersebut.
Mungkin pada awal puasa, tubuh akan merasa kaget karena dalam 12 jam Anda harus melawan segala rasa lapar dari perut, tenggorokan yang terasa kering, dan segala kondisi jiwa yang tidak bisa dikontrol untuk selalu dalam keadaan yang baik dalam menghadapi segala cobaan yang datang setiap harinya.
Bisa diakui bahwa tidak semua umat muslim mampu menjalani puasa dengan cara yang sempurna di momen yang biasa disebut juga dengan ‘bulan penuh rakhmat’ ini. Bahkan banyak pula yang tidak menjalaninya dengan alasan tidak kuat, memiliki masalah dengan pencernaan, atau perempuan yang sedang dalam keadaan menstruasi.
Puasa memang hanyalah salah satu cara yang bertujuan untuk membuat seseorang menjadi lebih dewasa. Karena mengasah kemampuannya untuk merasakan lapar dan haus seperti yang dirasakan oleh golongan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan yang sulit untuk bisa menikmati makanan dan minuman dengan pola yang baik dan harga yang mahal, sehingga mereka mengerti kehidupan masyarakat miskin dan lebih menghargai keadaan mereka.
Dengan menahan nafsu pun Anda bisa mengendalikan sisi egoisme ada, sehingga bisa mengesampingkan kepuasan dan kenikmatan pribadi untuk kepetingan orang lain yang lebih membutuhkan. Amarah pun tidak mudah keluar sehingga hubungan antar masyarakat bisa menjadi lebih damai.
Jadi, sebenarnya ada begitu banyak manfaat yang bisa diambil dari segala perjuangan yang dilakukan pada bulan puasa tersebut.

Ini Penjelasan Mengapa 1 Ramadan Selalu Berbeda

Unik-aneh.com - Dari tahun ke tahun, warga muslim di Indonesia selalu dibingungkan oleh adanya perbedaan dimulainya 1 Ramadhan. Perbedaan yang paling mencolok selalu terjadi antara kubu pemerintah-NU dan Muhammadiyah. Untuk itu, perlu diketahui apa yang sebenarnya membedakan pendapat kedua ormas tersebut.
rdsfmsolo.com
Ada baiknya kita berkaca terlebih dahulu ke negara lain, yakni negara-negara Islam di Semenanjung Arab, seperti Mesir, Syira, atau Yaman dalam memutuskan 1 Ramadan yang selalu merujuk ke Arab. Ke Tanah Haram, Mekkah. Selain itu, Malaysia dan Jepang, yang jauh di tenggara Asia, pun senantiasa berkiblat pada penentuan 1 Ramadan atau Syawal di Mekkah.
Kenapa bisa demikian? Ini lantaran langit Mekkah dan Jeddah, selalu lebih terang. Rasi bintang di malam hari selalu terlihat lebih jelas.
Semenanjung Arab adalah bentang daratan beralam kejam di siang hari. Tandus dan kering. Namun di malam hari. Arab adalah “surga” bagi para astronom. Langit Arab di malam hari, selalu indah.
Seperti China, sebagai bangsa dan peradaban tua, sastrawan Arab banyak menyanjung langit di malam hari. Malam adalah inspirasi keindahan, sedangkan siang diibaratkan “kekerasan.”
Tak mengherankan jika khasanah intelektual dunia soal astronomi banyak lahir di tanah Arab. Gugusan bintang-bintang banyak lahir dari istilah Arab awal. Rasi bintang Orion awalnya dikenal dengan Al-Jabbar, Taurus (Ath-Thawr), Canis Major (Al-Kalb Al-Akbar), Canis Minor (Al-Kalb Al-Asghar), Leo (Al-Asad), Gemini (At-Tawa’man), Scorpius (Al-’Aqrab), dan beberapa lainnya.
Dan, memang sebenarnya perbedaan 1 Syawal dan 1 Ramadan hanya soal cara sistem penghitungan belaka, dan kondisi langit atau ufuk saat rukyah hilal.
Ingatkah kita, di Indonesia, hampir 3 dekade di masa pemerintah Soeharto begitu kuat perbedaan “cara” itu nyaris tak pernah ada. Itu karena pemerintah kuat, dan masih punya otoritas dan kepercayaan.
Sementara Indonesia umumnya menentukan sendiri, melalui pertemuan antara pemeritah dan ormas-ormas Islam.
Dalam perhitungan 1 Ramadan dan 1 Syawal, ada yang memakai Hisab dengan perhitungan astronomi yang rumit, ada pula yang memakai Ru’yah atau melihat bulan/hilal.
Ada pun yang memakai sistem Hisab berpendapat mereka melihat bulan dengan memakai ilmu kalendering. Inilah yang selama ini jadi rujukan ormas Muhammadiyah.
Dengan rujukan ini, 1 Ramadan 1455, atau di 22 tahun akan datang (tahun 2034) mendatang, sudah bisa diketahui, atau disesuaikan dengan kalender masehi.
Yang kedua, dengan rukyah, jika bulan terlihat, itulah saat mulai berpuasa atau berbuka puasa (Idulfitri). Inilah yang dipakai oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenag dan Ormas Nahdlatul Ulama (NU).
Pada Ru’yah lokal, tiap penduduk melihat bulan sendiri-sendiri, sehingga tiap kota atau tiap negara merayakan hari Idulfitri sendiri-sendiri bisa berbeda satu negara dengan negara yang lain bahkan satu kota dengan kota yang lain.
Ada pun yang memakai Ru’yah Global begitu ada minimal 2 orang saksi yang dipercaya melihat bulan, maka itulah awal Ramadan atau awal Syawal. Rujukan yang terakhir ini biasanya http://moonsighting.com/
Umumnya Tim Ru’yah di Indonesia gagal melihat hilal (bulan muda) bukan karena mereka “bodoh” atau minimnya peralatan. Ini lebih disebabkan karena memang langit lagi berawan, atau banyak partikel cahaya dari bumi. Inilah yang menyebabkan bulan muda sering tertutup awan.
Selain itu, Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia begitu terang oleh cahaya lampu-lampu gedung dan rumah-rumah sehingga langit juga terlihat lebih terang termasuk di Boscha.
Akibatnya sinar-sinar bintang dan bulan terganggu dan terlihat kecil dan redup. Di Arab sebaliknya. Langit tidak berawan. Dengan luas darat yang lebih besar daripada Indonesia (2,4 juta km2) sementara jumlah penduduk cuma 1/5 pulau Jawa, banyak daerah tak bertuan yang tidak berlampu.
Galap gulita. Itulah, kenapa langit dan rasi bintang di Arab pada malam hari selalu lebih indah.
Sehingga langit begitu hitam kelam, sementara bintang-bintang dan bulan jadi tampak lebih besar (sekitar 4-6x lipat daripada di Indonesia) dan lebih terang. Oleh karena itu, Hilal lebih mudah terlihat di sana.
Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengungkapkan setelah mengamati posisi bulan menyimpulkan jika nantinya akan ada potensi perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan.
Dari perjalanan bulan, diketahui bahwa pada maghrib akhir Sya’ban atau 19 Juli 2012 nanti bulan telah wujud atau tampak di Indonesia. Akan tetapi ketinggiannya kurang dari imkan rukyat. Ketentuan Imkan rukyat menggunakan kriteria yang disepakati ketinggian bulan minimal 2 derajat.
Nah, karena pada 19 Juli 2012 bulan sudah wujud tetapi kurang dari 2 derajat, maka pengguna hisab wujudul hilal akan menetapkan awal Ramadan jatuh pada 20 Juli. Pengguna hisab wujudul hilal ini di antaranya adalah Muhammadiyah.
Sedangkan ormas yang menggunakan hisab imkan rukyat akan menetapkan 1 Ramadan pada 21 Juli. Sementara itu, posisi hilal yang rendah tadi (antara 0-2 derajat) tidak mungkin akan berhasil di-rukyat pada 19 Juli.
Maka pengguna rukyat kemungkinan besar menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 21 Juli. Pengguna rukyat ini di antaranya adalah pemerintah dan NU. (jadiberita.com)

10 Kekeliruan Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

10 Kekeliruan Dalam Menyambut Bulan Ramadhan
Sebentar lagi kita kedatangan tamu dari Allah yang mulia, pasti kita sebagai orang Islam bergembira dalam menyambutnya, namun kita tetap harus memperhatikan ketentuan syariat dengan menjauhi kekeliruan menyambut bulan tersebut. Berikut adalah beberapa kesalahan yang dilakukan di bulan Ramadhan yang tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin.





1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan


Tidaklah tepat keyakinan bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian, dapat mendoakan mereka sewaktu-waktu.






Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu seperti menjelang Ramadhan dan meyakini bahwa waktu tersebut adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang mengajarkan hal ini.



2. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan


Tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya dengan ikhtilath campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!






3. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,






إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا


“Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf. Kami tidak memakai kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula memakai hisab (dalam penetapan bulan). Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” (HR. Bukhari dan Muslim)




Ibnu Bazizah mengatakan,”Madzhab ini (yang menetapkan awal ramadhan dengan hisab) adalah madzhab bathil dan syari’at telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth’i) atau persangkaan kuat. Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal ramadhan, pen) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yang menguasai ilmu hisab ini kecuali sedikit sekali.” (Fathul Baari, 6/156)






4. Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,






لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ الشَّهْرَ بِيَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَحَدٌ كَانَ يَصُومُ صِيَامًا قَبْلَهُ فَلْيَصُمْهُ


“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Nasa’i)




Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yang meragukan.




5. Melafazhkan Niat “Nawaitu Shouma Ghodin…”


Sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali untuk melafazhkan niat semacam ini, apalagi jika hal itu dilakukan secara berjamaah dengan dipimpin oleh seseorang karena tidak adanya dasar dari perintah atau perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula dari para sahabat. Letak niat sebenarnya adalah dalam hati dan bukan di lisan. An Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan,






لَا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍ


“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, I/268, Mawqi’ul Waroq-Maktabah Syamilah)




6. Membangunkan “Sahur … Sahur”


Sebenarnya Islam sudah memiliki tatacara sendiri untuk menunjukkan waktu bolehnya makan dan minum yaitu dengan adzan pertama sebelum adzan shubuh. Sedangkan adzan kedua ketika adzan shubuh adalah untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Inilah cara untuk memberitahu kaum muslimin bahwa masih diperbolehkan makan dan minum dan memberitahukan berakhirnya waktu sahur.






Sehingga tidak tepat jika membangunkan kaum muslimin dengan meneriakkan “sahur … sahur ….” baik melalui speaker atau pun datang ke rumah-rumah seperti mengetuk pintu. Cara membangunkan seperti ini sungguh tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah dilakukan oleh generasi terbaik dari ummat ini.






7. Pensyariatan Waktu Imsak (Berhenti makan 10 atau 15 menit sebelum waktu shubuh)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,






كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ يَهِيدَنَّكُمُ السَّاطِعُ الْمُصْعِدُ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَعْتَرِضَ لَكُمُ الأَحْمَرُ


“Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah yang melintang.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah. Dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan shahih).




Maka hadits ini menjadi dalil bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum) adalah sejak terbit fajar shodiq –yaitu ketika adzan shubuh dikumandangkan- dan bukanlah 10 menit sebelum adzan shubuh. Inilah yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.






Dalam hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas berkata, “Berapa lama jarak antara iqomah dan sahur kalian?” Kemudian Zaid berkata, “Sekitar 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lihatlah berapa lama jarak antara sahur dan iqomah? Apakah satu jam?! Jawabnya: Tidak terlalu lama, bahkan sangat dekat dengan waktu adzan shubuh yaitu sekitar membaca 50 ayat Al Qur’an (sekitar 10 atau 15 menit)






8. Do’a Ketika Berbuka “Allahumma Laka Shumtu wa Bika Aamantu…”


Ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan amalan ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta (Lihat Dho’if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy).


Adapun do’a yang dianjurkan ketika berbuka adalah,






ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ


“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud).




9. Kebiasaan ibu-ibu rumah tangga berbelanja besar-besaran ketika menyambut ramadhan


Hal ini sebenarnya malah bertentangan dengan satu maksud dan tujuan puasa yaitu supaya kita prihatin ikut merasakan penderitaan kaum fakir miskin, bukan justru memindahkan waktu makan atau malah menambah porsi makan kita dari diluar Ramadhan. Apalagi hal seperti dapat mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan pokok.






Jika kita melihat kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibulan Sya’ban sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau banyak berpuasa dibulan tersebut. Begitu juga para salaf dahulu sudah mulai memperbanyak bacaan Al-Qur’an sejak bulan Sya’ban. Salamah bin Kuhail berkata: Dahulu kami menyebut bulan Sya’ban sebagai bulan para pembaca Al-Qur’an.






10. Menyambut Ramadhan dengan bermain petasan dan mercun


Ini jelas dilarang dalam Islam, karena selain menghamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat, karena setiap rupiah yang kita belanjakan akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah Ta’alaa, juga dapat menganggu orang lain yang pastinya juga diharamkan apalagi saat bulan Ramadhan ketika kebanyakan manusia tengah khusyuk dalam beribadah

Tips Mencegah Bau Mulut Saat Berpuasa

Tips Mencegah Bau Mulut Saat Berpuasa – Mencegah Bau Mulut Selama Berpuasa – Mengatasi Bau Mulut Selama Berpuasa – Menghindari Bau Mulut Saat Puasa – Mencegah Bau Mulut – Pada kesempatan kali ini saya akan share buat Mencegah Bau Mulut di Saat Puasa. Apabila Anda ingin menghindarinya, berikut adalah tipsnya untuk Anda.
Tips Mencegah Bau Mulut Selama Berpuasa
Cara Mengatasi Bau Mulut Selama Berpuasa
  • Rutin menyikat gigi setelah makan.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang khusus yang disebut benang gigi.
  • Gunakan sikat lembut untuk menyikat lidah.
  • Pemakaian obat kumur anti-bakteri non-alkohol sangat baik untuk mencegah bau mulut.
  • Menghilangkan plak di dokter gigi setidaknya sekali dalam enam bulan.
  • Minum air minimal 2-3 gelas saat sahur.
Silahkan bisa Anda ikuti cara diatas, semoga Tips Mencegah Bau Mulut Saat Berpuasa bermanfaat bagi Anda.
sumber:Mas Ajat Kurniawan

Wow, Afghanistan punya Alquran terbesar di dunia!

Wow, Afghanistan punya Alquran terbesar di dunia!
Alquran terbesar di dunia ini dibuat oleh seorang ahli kaligrafi yang ingin menunjukkan kekayaan budaya Afghanistan. Selain itu, Alquran terbesar ini juga merupakan simbol bahwa tradisi Afghanistan tak akan bisa dihancurkan bahkan oleh peperangan selama 30 tahun.
Alquran berukuran 2,28 meter dan 1,55 meter ni telah disahkan sebagai Alquran terbesar di dunia oleh Kementerian Afghanistan.
Kitab suci umat Islam terbesar ini memiliki berat 500 kg dan 218 halaman yang terbuat dari kain dan kertas. Bagian depan dan belakangnya disamak menggunakan kulit yang didapatkan dari 21 kambing.
Seperti dilansir oleh The Guardian, dalam pembuatannya Alquran ini menghabiskan biaya sekitar 300.000 poundsterling.
Mohammad Sabir Khedri, ahli kaligrafi yang membuat Alquran ini, bekerjasama dengan sembilan mahasiswa desain yang menggabungkan ayat-ayat dengan hiasan yang terdiri atas titik berwarna-warni. Ini membentuk sebuah dekorasi yang indah pada buku raksasa tersebut.
Khedri tak hanya membuat karya brilian, dia juga termasuk sabar dalam 'menyembunyikan' karyanya ini hingga dua tahun. Sebenarnya Alquran ini telah diselesaikan pada tahun 2009. Namun ruangan yang digunakan masih belum siap hingga tahun 2012 ini.
Sekarang Alquran raksasa ini ditempatkan di sentra budaya yang menjadi rumah bagi 50.000 buku, sekolah, dan tempat bagi karya seni Afghanistan.
Farkhunda Zahra Naderi, salah seorang anggota parlemen juga mendukung pembuatan Alquran raksasa ini.
"Kami memiliki orang-orang Afghan yang menunjukkan aspek positif Islam," kata Naderi pada Reuters. "Menulis Alquran adalah sebuah kehormatan, tentu jika Anda bisa menulis Alquran terbesar, Anda akan melakukannya. Karena mereka ingin menunjukkan perasaan yang mereka punyai. Perasaan besar dalam hati mereka," tambahnya.
Sebagai seorang muslim, Khedri mengatakan bahwa dia akan senang jika ada orang yang mengalahkan ukuran Alquran buatannya.
"Aku akan sangat senang jika ada orang lain membuat Alquran yang lebih besar. Ini adalah bentuk pengabdian pada Islam," katanya sambil tersenyum.

Cara mencegah dehidrasi selama berpuasa

Cara mencegah dehidrasi selama berpuasa

Cara mencegah dehidrasi selama berpuasa | cara agar tidak kekurangan cairan saat puasa -Selama Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia wajib menjalankan puasa. Nah, selama puasa asupan cairan pasti berkurang. Hasilnya, tubuh jadi lemas dan mengalami dehidrasi. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Berikut adalah tips sederhana dalam mencegah dehidrasi selama menunaikan ibadah puasa, menurut healthycan.

1. Kurangi asupan kafein. Kafein membuat tubuh semakin dehidrasi. Alhasil, Anda semakin cepat haus deh.

2. Makanan yang mengandung banyak cairan. Anda bisa memilih jenis makanan yang memiliki kandungan air yang tinggi. Misalnya, semangka, melon, mentimun, dan tomat.

3. Perbanyak minum air setelah berbuka dan sahur. Yah, jangan langsung berlebihan! Perlahan namun teratur.

Yuk kenali gejala umum dari dehidrasi, berikut diantaranya.

1. Lesu
2. Merasa kelelahan
3. Pusing
4. Pingsan
5. Kejang otot
6. Tekanan darah rendah
7. Sembelit 

Puasa itu menyehatkan tubuh lho. Namun, kita juga harus tahu cara menjaga kesehatan selama menjalankannya. Bulan suci Ramadan memberi berkah untuk setiap muslim di seluruh dunia. Jadi, selalu jaga asupan makanan bergizi dan rajin berolahraga selama berpuasa.


Tips Agar Anak Mudah Bangun Sahur



Unik-aneh.com - Anak-anak usia sekitar 5-9 tahun memang belum diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi para orang tua di Indonesia biasanya mulai mengenalkan pentingnya dan praktik langsung puasa di bulan yang suci ini. Ingin puasa penuh atau setengah hari, bisa disesuaikan menurut kemampuan anak Anda.

Apapun pilihan anak Anda untuk puasa penuh atau setengah hari, mereka tetap harus bangun sahur. Nah.. anak-anak biasanya agak sulit jika harus bangun pada jam yang tidak biasa untuk menikmati hidangan sahur. Agar kegiatan ini semakin mudah, kami punya tips yang bisa Anda coba.

Jelaskan Pentingnya Berpuasa dan Makan Sahur

Anak-anak akan menyukai apa yang dia lakukan jika tahu maksud dan tujuannya. Anda bisa menjelaskan mengapa mereka harus berpuasa, mengapa mereka harus merasakan lapar walaupun banyak makanan tersedia. Jelaskan juga pentingnya sahur sebagai sumber tenaga hingga waktu berbuka. Jelaskan dengan kalimat yang mudah mereka pahami.
Bangunkan Tepat Waktu & Buat Anak Nyaman
Biasakan untuk membangunkan anak tidak lebih dari 40 menit sebelum waktu imsak. Bangun yang terlalu cepat akan membuat anak mengantuk mendekati waktu imsak. Anak-anak biasanya tidak tahan udara dingin pada waktu sahur, siapkan sandal rumah dan pakaikan jaket yang nyaman.
Selang-Seling Menu Sahur
Anak-anak mudah bosan dengan menu yang sama berulang-ulang. Karena itu tak ada salahnya Anda membuat daftar menu harian. Hal ini juga akan memudahkan Anda berbelanja bahan makanan mentah dan tidak pusing memikirkan, "Besok sahur pakai apa ya?" Contoh:
Senin: Nasi + sup + ayam goreng
Selasa: Nasi + tumis kangkung + gurami goreng
Rabu: Nasi + semur daging + sayur bayam
dan seterusnya
Kreatif Menyajikan Makanan
Tidak perlu menghias makanan dengan cara yang sulit, karena kepraktisan tetap harus diutamakan saat sahur. Anda bisa membeli cetakan puding berbagai bentuk yang dapat digunakan untuk mencetak nasi, misalnya bentuk Hello Kitty. Hias dengan sayur sederhana, misalnya wortel untuk mata, buncis untuk hitung dan sebagainya. Anak-anak biasanya suka dengan nasi yang dibentuk walaupun lauk disajikan seperti biasa.

sumber artikel kami kutip dari vemale.com

Sejarah Turunnya Perintah Shaum (Puasa) Ramadhan

Ramadhan Kareem from http://fc08.deviantart.com/fs32/f/2008/235/6/8/___Ramadhan_Kareem_1429____by_LonelyDiary.jpgAwal turunnya kewajiban shaum Ramadhan adalah pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriyah, atas dasar ini para ulama berijma’ bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menunaikan ibadah shaum Ramadhan selama hidupnya sebanyak sembilan kali. ()
Ibnul Qayyim mengatakan dalam Zadul Ma’ad, bahwa difardhukannya shaum Ramadhan melalui tiga tahapan :
1.      Kewajibnya yang bersifat takhyir (pilihan).
2.Kewajiban  secara Qath’i (mutlak), akan tetapi jika seorang yang shaum  kemudian tertidur sebelum berbuka maka diharamkan baginya makan dan minum sampai hari berikutnya.
3.Tahapan terakhir, yaitu yang berlangsung sekarang dan berlaku sampai hari kiamat sebagai nasikh (penghapus) hukum sebelumnya.()
Tahapan awal berdasarkan firman Allah I :
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ( البقرة: ١٨٤)
Artinya :
” Dan wajib bagi orang yang berat untuk menjalankan ash-shaum maka membayar fidyah yaitu dengan cara memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya. Barang siapa yang dengan kerelaan memberi makan lebih dari itu maka itulah yang lebih baik baginya dan jika kalian melakukan  shaum maka hal itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya.”  [Surat Al-Baqarah 184]
Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir :
“Adapun orang yang sehat dan mukim (tidak musafir-pen) serta mampu menjalankan ash-shaum diberikan pilihan antara menunaikan ash-shaum atau membayar fidyah. Jika mau maka dia bershaum dan bila tidak maka dia membayar fidyah yaitu dengan memberi makan setiap hari kepada satu orang miskin. Kalau dia memberi lebih dari satu orang maka ini adalah lebih baik baginya.”()
Ibnu ‘Umar [L] ketika membaca ayat ini فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ  mengatakan : “bahwa ayat ini mansukh (dihapus hukumnya-pen)”.()
Dan atsar dari Salamah ibnu Al-Akwa’ tatkala turunnya ayat ini berkata :
“Barangsiapa hendak bershaum maka silakan bershaum dan jika tidak maka silakan berbuka dengan membayar fidyah. Kemudian  turunlah  ayat  yang berikutnya yang memansukhkan (menghapuskan) hukum tersebut di atas.” ()
Secara dhahir, ayat ini وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ  mansukh (dihapus) hukumnya dengan ayat  فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ sebagaimana pendapat jumhur ulama ().
Tetapi dalam sebuah atsar Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata :
“Ayat ini bukanlah mansukh melainkan rukhshoh (keringanan) bagi orang tua (laki-laki maupun perempuan) yang lemah supaya memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya.” ()
Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir :
“Kesimpulan bahwa mansukhnya ayat ini وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ adalah benar yaitu khusus bagi orang yang sehat lagi mukim dengan diwajibkannya ash-shaum atasnya. Berdasarkan firman Allah فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه Adapun orang tua yang lemah dan tidak mampu bershaum maka wajib baginya untuk berifthor (berbuka) dan tidak ada qadha` baginya”.()
Dan inilah tahapan kedua. Tetapi jika seseorang bershaum kemudian tertidur di malam harinya sebelum berbuka maka diharamkan baginya makan, minum dan jima’ sampai hari berikutnya.
Tahapan ini kemudian mansukh (dihapuskan) hukumnya berlandaskan hadits Al Barra’ t:
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ  rإِذَا كَانَ الرَّجُلُ صَائِمًا فَحَضَرَ اْلإِفْطَارُ فَنَامَ قَبْلَ أَنْ يُفْطِرَ لَمْ يَأْكُلْ لَيْلَتَهُ وَلاَ يَوْمَهُ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنَّ قَيْسَ بْنَ صِرْمَةَ الأَنْصَارِي كَانَ صَائِمًا فَلَمَّا حَضَرَ اْلإِفْطَارُ أَتَى اِمْرَأَتَه فَقَالَ لَهَا : أَعِنْدَكِ طَعَامٌ ؟ قَالَتْ : لاَ لكِنْ أَنْطَلِقُ فَأَطْلُبُ لَكَ – وَكَانَ يَوْمَهُ يَعْمَلُ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ- فَجَاءَتْ اِمْرَأَتُهُ فَلَمَّا رَأَتْهُ قَالَتْ : خَيْبَةً لَكَ !  فَلَمَّا اِنْتَصَفَ النَّهَارُ غُشِيَ عَلَيْهِ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِي  rفَنَزَلَتْ هَذِهِ اْلأَيَةُ :  )أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ( فَفَرِحُوا بِهَا فَرْحًا شَدِيْدًا فَنَزَلَتْ )وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ( [رواه البخاري  وأبو داود]
Artinya :
“Dahulu Shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam  jika salah seorang di antara mereka shaum kemudian tertidur sebelum dia berifthar (berbuka) maka dia tidak boleh makan dan minum di malam itu dan juga siang harinya sampai datang waktu berbuka lagi. Dan (salah seorang shahabat yaitu), Qois bin Shirmah Al Anshory dalam keadaan shaum, tatkala tiba waktu berbuka, datang kepada istrinya dan berkata : apakah kamu punya makanan ? Istrinya menjawab : “Tidak, tapi akan kucarikan untukmu (makanan).” – dan Qois pada siang harinya bekerja berat sehingga tertidur (karena kepayahan)-  Ketika istrinya datang dan melihatnya (tertidur) ia berkata : ” Rugilah Engkau (yakni tidak bisa makan dan minum dikarenakan tidur sebelum berbuka- pen) !” Maka ia pingsan di tengah harinya. Dan ketika dikabarkan tentang kejadian tersebut kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka turunlah ayat :
)أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ(
“Telah dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan shaum (Ramadhan) untuk berjima’ (menggauli) istri-istri kalian.”
dan para shahabat pun berbahagia sampai turunnya ayat yang berikutnya yaitu :
)وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ(
“Dan makan serta minumlah sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
[HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud] ()

Lihat Kitab Taudhiihul Ahkam, Kitabush shiyam Jilid 3 hal 123 (secara makna).
Lihat Zadul ma’ad kitabus shiyam jilid 2 hal.20
Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, hal. 180 (Surat Al-Baqarah ayat 184)
Al-Bukhari Kitabut Tafsiir hadits no.4506.
Al-Bukhari Kitabut Tafsir hadits no.4507; Muslim Kitabush Shiyamhadist no. 149 – [ 1145 ] dan Abu Dawud Kitabush Shiyam, bab 2, hadist no.2312
Lihat Syarh Shahih Muslim An-Nawawi : Kitabush Shiyam hadits no. 149 – [ 1145 ]
Al-Bukhari Kitabut Tafsir hadits no. 4505
Lihat Tafsir Ibnu Katsir (II/281) dalam menafsirkan QS Al-Baqarah : 183 -185.
Peny :  Sehingga dengan ini, ayat (…وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيْقُونَهُ فِدْيَةٌ) masih tetap berlaku hukumnya orang yang lanjut usia dan tidak mampu untuk bershaum, dengan cara membayar fidyah. Namun bagi orang yang muda belia yang muqim (tidak musafir) tetap wajib atasnya ash-shaum.
Al-Bukhari Kitabush Shaum hadits no. 1915 dan Abu Dawud Kitabush Shiyaam, bab 1, hadits no. 2311.

Latest News

>> <<

Page

    Photos on Flickr

    You are here : Home »